Phantasmagoria


:Buat Otto Dix

Selalu ada hijau dan coklat busuk saat kita mencatat luka perjalanan. Bukan karena perang yang mengingatkan tentang lumpur berwarna bata serta udara anyir dari tubuh-tubuh gosong oleh mesiu.

Kita telah melewatinya, membayar Hans Koch gila untuk menukar kemih dan ginjal kita. Kita setuju, pisau jagal perempuan-perempuan pasar adalah pemuas hasrat yang tergelap. Meski merobek perut dan menjalin usus menjadi satu bukanlah percintaan kusyuk pasangan kumuh.

Para pelacur yang mencegat memakai sutra murahan menyamarkan lumut dan nanah pada tubuh yang telah ditandai ratusan lelaki. Pun kita nikmati hingga cipratan merah menggenangi permadani.

Namun bukan hal itu yang menjadikan hijau dan coklat busuk saat kita mencatat luka perjalanan. Bukan pembunuhan atau persetubuhan dalam gang-gang sempit dan lembab. Melainkan kematian yang memeram luka hingga menjadi tumor sejauh usia kita.

Denpasar 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s